Ayo Berbuatbaik!

Gerakan 1000 Paket Alat Sekolah Untuk Anak-anak di Pedalaman NTT

Ruteng, 17 September 2013

1239688_10200904741917034_605497746_nKami Ayo BerbuatBaik! bersama para Sahabat Baik dari Sedekahpendidikan.org bersama dengan SM3T – Angkatan II (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Tertinggal & Terluar) untuk mendistribusikan amanah berupa paket alat sekolah untuk anak-anak di pedalaman Nusa Tenggara Timur dari para Sahabat BerbuatBaik di Jakarta. Melawan dinginnya pagi kami pun berangkat ke Ruteng, perjalanan yang harus kami tempuh sekitar 2 jam dengan menggunakan motor melewati pesisir pantai hingga jalan tanjakan tinggi di daerah pengunungan. Kesibukan dimulai, dinginnya kota Ruteng yang terletak di ketinggian kurang lebih 1300 dpl tidak menghalangi langkah kami untuk mendistribusikan bantuan perlengkapan sekolah yang terdiri dari sepatu, tas, seragam sekolah dan alat tulis sebanyak 58 paket. Kami harus mendistribusikannya untuk siswa SDI Lokom di Kampung Lokom, Desa Terong Kecamatan Satarmese Barat, Manggarai, Nusa Tenggara Timur

923397_10200904714996361_843784279_nPerjuangan dimulai dari pagi hari,  kami harus segera membawa semua paket menuju tempat pendistribusian. Untuk mencapai itu tidaklah mudah, kami harus membawa dengan oto truk (kendaraan yang biasa digunakan di Flores) yang hanya ada sampai pukul 11.00 WITA. Lama perjalanan yang harus kami tempuh sekitar ± 3,5 jam untuk tiba di Narang (kota kecamatan Satarmese Barat), perjalanan yang panjang dan kami tiba sekitar jam 15.00 WITA. Perjuangan tidak hanya sampai disitu, kami harus membawa bantuan itu dari kontrakan kami menuju ke ujung aspal dengan 2 motor. Sehingga kami harus beberapa kali pulang pergi untuk mengambil bantuan itu yang berjumlah 6 karung dan barang-barang lainnya. Motor kami hanya bisa sampai jalan ujung aspal, karena jalan sudah tidak bisa dilalui motor.

Jalan yang kami lalui semakin berat. Kami harus membawanya menapaki bukit Lokom yang terjal. Dibantu beberapa siswa SDI Lokom, dan kebetulan saat itu ada orang tua siswa yang akan kembali pulang ke kampung Lokom dan mereka dengan senang hati mau ikut membantu membawa paket bantuan di karung menuju ke sekolah. Kami membawa paket-paket perlengkapan sekolah menuju SDI Lokom yang terletak diujung bukit, kami harus melewati beberapa sungai kecil dan dua sungai besar yang mengalir deras tanpa ada jembatan untuk menyeberanginya hanya berpijak pada batuan-batuan yang ada di aliran sungai Waecireng untuk melewatinya. Mendaki perbukitan yang terjal dan ditambah membawa barang yang tidak ringan membuat kami kesulitan untuk menapaki jalan setapak yang mendaki, kami harus melewati tebing-tebing dengan jurang di sebelah kami.

Tidak hanya sekali atau dua kali kami jatuh bangun karena medan yang licin disebabkan guyuran hujan. Kondisi jalan yang sudah mulai gelap membuat kami semakin kesulitan dengan jarak pandang yang terbatas karena hanya mengandalkan 1174826_10200904686955660_2086035921_nsenter, jalan setapak yang kami lewati semakin sulit dan mendaki dengan kemiringan sekitar 60o, setelah hampir 2 jam kami berjalan menapaki perbukitan akhirnya kami tiba di lokasi. Setelah sampai di lokasi Kampung Lokom kami disambut dengan upacara adat, karena penyerahan bantuan ini bersamaan dengan perpisahan SM3T angkatan II dan penerimaan SM3T angkatan III. Pagi harinya, 58 paket telah kami siapkan untuk siswa SDI Lokom yang berjumlah 58 siswa dari kelas satu hingga kelas enam. Tetapi kelas III di sekolah ini tidak ada. Anak-anak terlihat begitu antusias melihat kami membawa perlengkapan sekolah yang akan kami bagikan untuk mereka. Untuk membaginya kami sengaja memanggil satu persatu siswa dari kelas satu hingga kelas enam, hal ini kami maksudkan agar anak-anak tertib dalam menerima perlengkapan sekolah.

Kegembiraan mereka begitu terlihat ketika kami selelesai membagikan perlengkapan sekolah, memiliki alat sekolah layak adalah hal yang sulit untuk mereka. Anak-anak langsung memakainya dan tersenyum senang melihat sepatu, seragam sekolah dan tas baru yang telah berisi alat-alat sekolah. Jika biasanya mereka datang sekolah dengan baju yang lusuh tanpa sepatu dan bahkan hanya kantong plastik bekas yang mereka gunakan untuk tempat buku-buku mereka, sekarang mereka pergi sekolah dengan seragam lengkap juga tas serta alat tulis yang memadai. Semoga ini menjadi motivasi mereka untuk meraih mimpi-mimpi karena mereka adalah generasi emas Indonesia yang akan menjadi pilar kemajuan bangsa dimasa yang akan datang.

 537962_10200905713301318_1273570678_n

”  Wujudkan Asa untuk Meraih Cita… Ayo BerbuatBaik! ”