Ayo Berbuatbaik!

Reportase R*escue Kelud – Part I

fl-gunung-kelud1Melihat apa yang sedang terjadi, Ayo Berbuat Baik! selama ini berusaha konsisten dalam visinya yaitu “Good Things and People Matchmaker” kembali bekerja melalui program R*escue untuk membantu para pengungsi dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan atas sabda alam yang terjadi pada Gunung Kelud. Dengan mengutus tim dari Ayo Berbuat Baik! yang menggandeng sahabat-sahabat relawan dan Taft Diesel Indonesia, SahabatBaik dari Forum BerbuatBaik kota solo, semarang, dan kediri serta para sahabat dari FKPAG (Forum Komunikasi Pecinta Alam Garut) Berbekal sejumlah logistik yang kami bawa seperti selimut, masker, alat kebersihan (sekop, pacul, terpal) serta beberapa bantuan logistik yang berhasil dikumpulkan oleh FKPAG dari masyarakat garut seperti beras, pakaian, mie instan dan susu. Untuk membantu para pengungsi melewati masa-masa pengungsiannya dan membantu menormalisasikan pemukiman masyarakat yang terdampak abu vulkanik erupsi gunung kelud
Berikut ini, adalah foto-foto kerusakan pasca erupsi gunung kelud di desa kebunrejo, kec kepung. kediri yang kami dokumentasikan pada saat setibanya kami di lokasi kejadian :
Puncu-20140224-00489
Puncu-20140224-00491
IMG_0201

IMG_1871

Dari sekian banyak lokasi yang kami temui saat survei pasca erupsi gunung kelud, akhirnya kami memutuskan untuk memilih desa kebunrejo, kec kepung. kediri sebagai daerah konsentrasi kami. melihat dari tingkat kerusakan, dan situasi kondisi yang memungkinkan saat itu, sesuai dengan filosofi kami 3T (tepat sasara, tepat waktu & tepat guna) :

persiapan keberangkatan kami ke kediri, 22 Februari 2014
Persiapan keberangkatan kami, 22 Februari 2014. Garut

Tips Memilih Lokasi Posko Bantuan Bencana Alam & Menangani Bencana untuk Kelompok Relawan Baru :

  1. Pilihlah lokasi yang sudah berangsur kondusif. terlebih dilihat dari faktor keamanan untuk antisipasi bila terjadi bencana susulan
  2. Pilihlah lokasi yang kondusif dari segi SDM, Keamanan & Infrastruktur pendukung. seperti : faktor lingkungan masyarakat, perangkat desa, perangkat keamanan dan lainnya (carilah yang memiliki pola kerjasama yang coperative agar dapat memudahkan aktivitas sosial kita)  serta dilihat dari ketersediaan infrastuktur pendukung seperti ketersediaan air bersih, tempat tinggal (bagi yang tidak memiliki tenda), calon tempat posko (fasilitas umum yang dapat digunakan)
  3. Pilihlah lokasi bencana sesuai dengan tingkat kemampuan kita (seperti ketersediaan tenaga relawan, logistik dsb) agar tidak memunculkan masalah lainnya (contoh : jangan memilih lokasi bencana yang parah/belum kondusif jika daya kemampuan kita belum mencukupi, hal ini dapat diukur dengan keterbatasan tenaga relawan yang kita miliki, ketersediaan waktu, ketersediaan logistik dan lainnya)
  4. Fokus dalam satu bidang pekerjaan. Sebaiknya saat kita mengikrarkan diri untuk menjadi relawan membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Lakukanlah satu bidang pekerjaan, walaupun tak banyak namun fokus kerja lebih efektif untuk kita lakukan sesuai dengan kemampuan. misalkan : fokus bekerja menangani anak-anak dibawah umur 17 tahun dengan kegiatan trauma healing, pendidikan darurat dsb, fokus bekerja menangani masakan di dapur umum, menangani kegiatan normalisasi infrastuktur (membantu membersihkan fasilitas umum, rumah masyarakat dsb dari sisa-sisa kerusakan bencana)
  5. Jangan Jadi Dewa. bekerja samalah bersama masyarakat baik warga, aparatur desa, aparatur keamanan, relawan lintas komunitas dan lainnya untuk bersama-sama meringankan masyarakat yang membutuhkan bantuan. Karena tentu saja tingkat kemampuan dan potensi dari semua orang itu berbeda-beda
  6. Selesaikan pekerjaan. jika kita sudah mendeklarasikan diri untuk memulai sebuah pekerjaan sosial, lakukanlah sampai tuntas. Hal itu melatih kita untuk terus konsisten dalam melakukan pekerjaan apapun