Ayo Berbuatbaik!

Berbagi Sahur Batch #1 – Perjalanan Terakhir di 2013

Paket Sembako di Siang Hari - Baur Last JourneyTanggal 5 Agustus yang lalu mulai dari siang hari, kami sudah melaksanakan tugas seperti biasanya. namun hari itu sungguh tidak biasa. Sebagai Matchmaker kami diberikan titipan untuk mendistribusikan paket sembako sebanyak 50 bungkus dari salah seorang donatur ABBR yang harus kami distribusikan kepada target yang tepat tanpa rencana dan pembicaraan sebelumnya. Mencoba konsisten demi sebuah tugas adalah motif kami melakukan semua ini.

Siang hari kami menyusuri kawasan Jakarta selatan (Barito – Senayan – Mayestik) untuk mencoba mendistribusikan titipan tersebut. Kurang lebih kami hanya berhasil membagikan sekitar 40 bungkus sembako kepada mereka yang tepat, lalu kami teruskan pada malam harinya karena saat itu kami memang dijadwalkan untuk berangkat Berbagi Sahur kembali.

Hari itu yang menjadi target pembagian sembako kali ini adalah mereka para petugas kebersihan jalan. Keberadaan mereka kadang jauh tidak nampak dalam perhatian keseharian kita. Padahal mereka sangat menjaga dalam kebersihan lingkungan ibukota Jakarta. Bila tidak ada mereka, entah bagaimana rupa ibukota akibat sampah yang berserakan dimana-mana.

BerbagiSahur dengan para petugas kebersihan kota Sahur untuk petugas kebersihan jalanan

Lanjut kembali pada program Berbagi Sahur, pada malam hari ini. Sungguh visi kami sebagai Matchmaker kembali di uji oleh Yang Maha Kuasa. Walaupun pada kali ini paket yang kami bawa hanya 108 bungkus kami tetap tidak menganggap sepele hal itu, kami terus berjuang hingga akhirnya kami menemukan suatu hal yang manis dalam kegiatan Berbagi Sahur terakhir pada tahun 2013 ini.

Sesampainya kami di kawasan kota tua (target yang kami prediksi) kami melihat banyak hal yang cukup menantang. Salah satunya adalah mengajak anak-anak muda (didominasi oleh usia < 15 tahun) untuk kami ajak melakukan kegiatan berbagi sahur secara spontan pada saat itu. Kami memberanikan diri, untuk menyambangi salah satu gerombolan anak-anak ‘tanggung’ yang sedang Nongkrong dikawasan kota Tua. Mencoba untuk berkenalan dengan mereka, kami mengutarakan niat untuk mengajak mereka membantu kami mendistribusikan bungkus nasi kepada para tukang ojek sepeda yang saat itu banyak tidur terlelap di emperan toko biasanya. mereka pun awalnya ragu, namun setelah kami bujuk dan berikan pengertian. Akhirnya Goodthing virus itu kembali mempengaruhi sikap mereka kepada kami.

Berbagi Sahur kolaborasi dengan anak-anak SMP Cilandak

Sebanyak 13 anak yang mengajukan diri untuk membantu kami, akhirnya kami menyetujui dan melakukan briefing singkat kepada mereka tentang cara-cara membagikan makanan secara sopan dan santun kepada calon target yang dituju (seperti cara membangunkan seseorang dari tidur, merendahkan tubuh saat memberikan makanan, dan menyapa dengan sopan). Setelah semua siap, kami bersama-sama rekan baik itu langsung beraksi dengan suasana yang berbeda. Ramai dan penuh canda tawa dari remaja-remaja ini.

Mereka pun terlihat sangat antusias setelah melakukan kegiatan ini, total bungkus nasi yang terbawa saat itu hanya dalam waktu kurang dari 15 menit sudah habis terbagikan dengan pantauan dari tim kami (ABBR). kami pun sejenak melepas rasa lelah dengan berbincang bersama mereka dan beberapa pedagang asongan yang ada saat itu disana.

 Kami sempat menanyakan apa motif mereka berbondong-bondong ngobrol di pinggir jalan, mungkin rombongan mereka sejumlah > 100 orang lebih yang kami lihat. Karena banyaknya parkiran motor rombongan mereka bisa sepanjang 10 meter yang parkir dipinggir jalan bersamaan. Jawab salah seorang anak kepada kami, “Iya bang… ngumpul-ngumpul aja sambil SOTR di bulan puasa.” 

Bareng anak SMP Cilandak Remaja SMP ikut membagikan sahur

SOTR adalah bahasa pergaulan dari Sahur On The Road yang banyak beredar dikalangan remaja saat ini. Tidak lama waktu kami berbincang, mereka sudah dipanggil oleh rombongannya untuk jalan kembali. Padahal kami belum sempat bertanya dari mana mereka berasal, sekolah mereka ataupun nama mereka. Hanya sempat terjawab mereka berasal dari sebuah sekolah menengah disekitar kawasan Cilandak.

Siapapun mereka, kami sangat menghargai keinginan mereka untuk bergabung bersama kami dalam melakukan kegiatan-kegiatan kebaikan, karena hal itu akan sangat berdampak kepada (diri sendiri, orang lain maupun lingkungan) dengan perbuatan baik kita dapat memaknai arti hidup ini untuk saling ber-asah, asih, asuh dan memberi kepada sesama yang membutuhkan.

“Berbuat Baik itu tidak hanya menggunakan materi, namun dengan berupa kesadaran untuk mencurahkan waktu, tenaga ataupun perhatian. Sudah menjadi sesuatu yang berarti bagi orang lain dan lingkungan sekitar… Ayo BerbuatBaik!”

 

Dilaporkan oleh:
Ilham M. Baderi
DoGoodThing Hero
Berbagi Sahur Batch #1