Ayo Berbuatbaik!

Warung Ikhlas

Sejarah Warung Ikhlas

Berangkat dari keinginan untuk berbagi dengan sesama dan menjadikan hidup lebih bermanfaat, terlahirlah ide untuk mendirikan Warung Ikhlas sebagai sarana berbuat baik yang unik dan inspiratif. Ide ini dicetuskan pada tahun 2012 oleh Sonnie Wicaksono, Hapsari Budi Utami, dan Niken Esta. Pada buan Februari 2013, Warung Ikhlas mulai beroperasi di daerah Kebayoran Lama, Jakarta.

Berbeda dengan kegiatan berbagi makanan secara cuma – cuma, Warung Ikhlas ini menjual makanan sehat kepada masyarakat kurang mampu dengan harga Rp. 2,000 untuk setiap porsinya.

Melalui kegiatan “menjual” ini para sahabat Warung Ikhlas ingin menyampaikan pesan bahwa makanan sehat dan lezat adalah hak semua orang, bukan hanya kalangan menengah ke atas. Hal ini juga dimaksudkan untuk mendorong masyarakat yang kurang mampu agar mau mengambil hak setelah memenuhi kewajiban-nya; Tidak menyerah dengan keadaan, berusaha optimal dan lebih menghargai hasil kerja keras mereka sendiri.

 

Berbuat Baik dan Konsisten Bersedekah

Biaya produksi untuk setiap porsi makanan mencapai Rp. 8,000, sedangkan Warung Ikhlas menjualnya dengan harga Rp. 2,000. Uang penjualan senilai Rp. 2,000 itu digunakan untuk keperluan operasional Warung Ikhlas seperti biaya transportasi, gaji pegawai, perawatan mobil dan sebagainya.

Adapun selisih biaya sebesar Rp. 6,000 itu didapatkan melalui sedekah dari para sahabat Warung Ikhlas. Ada yang memberikan sedekah seharga 5 porsi, 10 porsi hingga 60 porsi setiap harinya. Jumlah tidak menjadi patokan, yang penting adalah sedekah konsisten sesuai kesanggupan masing – masing.

 

Warung Ikhlas Kini dan Nanti

Saat ini baru terdapat 1 unit mobil yang beroperasi dengan kapasitas hingga 250 porsi makanan setiap harinya. Impian dari para sahabat Warung Ikhlas adalah tumbuhnya Warung Ikhlas di lokasi-lokasi lain. Dengan begitu, akan semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat keberadaan Warung Ikhlas ini.

Coba bayangkan, jika impian dari para sahabat Warung Ikhlas ini terwujud, berapa banyak orang yang akan terlibat untuk berbuat baik? Dan berapa banyak orang yang akan menikmati manfaat dan keindahan berbagi dengan sesama?